| SBY Minta Rakyat Jangan Takut
Teknologi Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) mengingatkan seluruh lapisan masyarakat tidak
antipati terhadap teknologi komunikasi hanya karena takut
menghadapi risiko efek negatif yang mengikutinya. "Dunia memang
penuh risiko. Suatu bangsa tidak akan pernah menjadi maju kalau
tidak berani menentukan pilihan dan tidak berani menghadapi
risiko," kata SBY.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya saat meresmikan
pengoperasian Satelit Telkom 2, di Stasiun Pengendali Utama (SPU),
Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (24/2/2006).
Presiden menjelaskan setiap kemajuan teknologi yang dicapai
dengan sendirinya akan membawa berbagai ekses. Diakui, ada yang
menyalahgunakan keberadaan satelit komunikasi untuk menyebarkan
pornografi, melakukan cybercrime, kejahatan perbankan, dan
lainnya.
"Menghadapi itu semua kita hendak tingkatkan kewaspadaan,
memperkuat pertahanan diri secara fisik dan mental. Saya yakin
bangsa kita punya kearifan menilai dan menentukan pilihan,"
imbuh Presiden.
Mengingat luasnya wilayah teritorial dan besarnya jumlah
penduduk, pemerintah telah berkomitmen melanjutkan pembangunan
komunikasi domestik melalui satelit. Sejak pertama kali
diluncurkan pada 1977, Indonesia menikmati manfaat yang luar
biasa bagi kemajuan bangsa.
Kegunaannya yang semula untuk keperluan komunikasi telepon,
radio atau televisi, telah membawa dampak ikutan positif.
Seperti memperlancar aktivitas perdagangan antar daerah,
hubungan sosial dan budaya masyarakat, membantu tugas umum
pemerintahan bahkan pertahanan dan keamanan. Ini semua
mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
"Kebijakan dalam membangun komunikasi satelit domestik bukan
mengada-ada. Kita akan terus kembangkan sistem komunikasi
satelit yang lebih cangih sejalan dengan perkembangan teknologi
mutakhir," papar Presiden.(asy)
Keterangan Foto: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ny. Ani
Yudhoyono di lokasi Stasiun Pengendali Utama (SPU) Satelit
Telkom, Cibinong, Jawa Barat. Fotografer: Setpres - Dudi Anung. |